Rabu, 30 November 2016

Seni Murni

Pengertian Seni Murni 

Seni adalah wujud kekayaan yang bersifat mutlak dan melekat pada tiap individu kekayaan ini dapat berkembang atau tidak tergantung pada individu bersangkutan apakah ia dapat mengolahnya dengan baik dan menjadikanya sebagai aset yang bernilai.


Berdasarkan media yang digunakan, seni terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  • Seni yang dapat dinikmati via media audio (audio art). Contoh : seni musik, suara suara, puisi, pantun, dan sastra.
  • Seni yang dapat dinikmati secara visual (visual art). Contoh: lukisan, poster, seni bela diri, seni tari, seni teater, seni arsitektur, dll.
  • Seni yang dapat dinikmati baik secara visual maupun audio (audio visual art). Contoh: film, wayang, musik, dll.

Selain ketiga jenis seni di atas, terdapat beberapa jenis seni lainnya, seperti seni rupa, seni sastra, dan seni kriya. Seni rupa terbagi lagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari kegunaan dan bentuknya. Dilihat dari aspek manfaat/ kegunaan, seni sastra terdiri dari seni sastra terapan dan seni sastra murni.

Seni rupa murni adalah seni yang dibuat secara bebas alias tidak mempertimbangkan unsur kegunaan dari seni tersebut. Contoh: patung, lukisan, dan grafis. Sementara itu, seni terapan adalah seni yang dibuat dengan pertimbangan unsur manfaat. Cabang dari seni terapan cukup banyak. Sebut saja seni lukis, seni kriya, seni patung, seni dekorasi, dan seni reklame.

Kemudian jika dilihat dari aspek bentuk, seni rupa terdiri dari seni 3 dimensi (trimatra) dan seni 2 dimensi (dwimarta). Bagaimana dengan jenis seni yang lain? Apakah terbagi juga seperti seni rupa? Benar sekali, seperti seni sastra yang memiliki beberapa cabang, seperti novel, pantun, puisi, dan teater.


Prinsip Seni dan Unsur Seni

Tiap cabang seni memiliki prinsip dan unsur yang berbeda. Salah satunya karya seni rupa dikatakan baik apabila memenuhi prinsip-prinsip berikut:
  • Kesatuan
  • Keselarasan
  • Penekanan
  • Ritme
  • Gradient
  • Proporsi
  • Harmony
  • Komposisi
  • Keseimbangan
  • Aksentuasi
Sedangkan untuk unsur-unsur seni rupa terdiri atas titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan dark light. 








Desain Komunikasi Visual

Sejarah Desain Komunikasi Visual

Sejak jaman pra-sejarah manusia telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age).

Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster.


Pengertian dan Fungsi Desain Komunikasi Visual

Desain komunikasi visual adalah desain yang mengkomunikasikan informasi dan pesan yang ditampilkan secara visual. Desainer komunikasi visual berusaha untuk mempengaruhi sekelompok pengamat. Mereka berusaha agar kebanyakan orang dalam target group (sasaran) tersebut memberikan respon positif kepada pesan visual tersebut. Oleh karena itu desain komunikasi visual harus komunikatif, dapat dikenal, dibaca dan dimengerti oleh target group tersebut.


Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni

Desain Komunikasi Visual bukan seni murni. Seorang seniman pada bidang seni murni terkadang mempunyai penonton atau pengamat hanya satu (seniman itu sendiri), dimana karya seni tersebut merupakan ekspresi emosi dan perasaan dari seniman itu sendiri yang pada akhirnya bertujuan untuk memuaskan diri seniman tersebut.

Sedangkan seorang desainer komunikasi visual menghadapi lebih dari satu pengamat yang kadangkala bisa mencapai jutaan orang, dimana desainer itu harus dapat memahami dan menginterpretasikan permintaan seseorang atau sekelompok orang ke dalam suatu karya desain yang pada akhirnya bertujuan untuk memuaskan orang atau sekelompok orang itu.


Desain Komunikasi Visual sebagai Sarana Identifikasi

Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala; contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Informasi akan berguna apabila dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten.

Elemen Desain Komunikasi Visual :
  • ·         Tata Letak
  • ·         Tipografi
  • ·         Gambar dan Animasi
  • ·         Warna
  • ·         Animasi dan Video
  • ·         Audio























Jumat, 04 November 2016

CorelDRAW

Sejarah Panjang CorelDRAW

Pada tahun 1985, Dr. Michael Cowpland, yang merupakan seorang staf dari Corel Corporation, menjual produk Corel kepada Intel Based Desktop Publishing System, yang merupakan sejarah awal dibuatnya CorelDRAW. Kemudian pada tahun 1987, Corel Corporation merekrut Michel Bouillon dan Pat Beirnet sebagai programer. Akhirnya CorelDRAW atau tepatnya CorelDRAW 1.0 dirilis pada tahun 1989 bersamaan dengan diluncurkannya Windows 3.1.


Sejak pertama dirilis, Corel Corporation merasa memiliki sebuah produk yang istimewa di tangan mereka. Sebagai perangkat lunak grafis pertama untuk platform Windows, Corel telah mengubah cara orang dalam mengekspresikan ide-ide dalam mendesain, dan para pengguna telah percaya sekaligus menikmati program tersebut sejak saat itu.

Berikut ini adalah perkembangan Software grafis CorelDRAW hingga saat ini :

Tahun 1989 - CorelDRAW 1.0
CorelDRAW 1.0 merevolusi industri desain grafis, menjadi perangkat lunak grafis pertama untuk Windows.

Tahun 1990 - CorelDRAW 1.11
CorelDRAW 1.11 menambahkan AutoCAD DXF dengan dukungan impor atau ekspor untuk bekerja dengan desain 2D dan 3D.

Tahun 1991 - CorelDRAW 2
CorelDRAW 2 memperkenalkan Print Merge untuk menggabungkan file teks dengan file grafis dan mencetak hasilnya. Versi ini juga memperkenalkan Envelope, Blend, Extrusion dan Perspective Tools untuk mendistorsi dan menggabungkan bentuk dan objek.

Tahun 1992 – CorelDRAW 3
CorelDRAW 3 menambahkan Editable Preview Mode, menyediakan kemampuan untuk bekerja dengan benda-benda yang ditampilkan secara detail penuh dalam warna. Pada versi ini corel melakukan perbaikan dari efisiensi memori sehingga kinerja CorelDRAW menjadi lebih cepat. Corel Photopaint untuk editor bitmap juga diluncurkan di versi ini.

Tahun 1993 – CorelDRAW 4
CorelDRAW 4 memperkenalkan kemampuan multi halaman, yang memungkinkan page dokumen dibuat sampai 999 halaman. Kemampuannya ditingkatkan sebagai software dekstop publishing seperti pagemaker. Namun peningkatan ini harus dibayar dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang lebih tinggi. Versi ini juga memperkenalkan floating Toolbox yang dapat dipindah-pindah pada halaman kerja.

Tahun 1994 – CorelDRAW 5
CorelDRAW 5 membawa PostScript dan TrueType sebagai dukungan font untuk program. Ditambahkan sistem manajemen warna pada versi ini, yang memungkinkan pengguna dapat mengkalibrasi monitor, printer dan scanner secara kustom untuk mencapai representasi yang lebih akurat pada warna layar.


Perkembangan Versi CorelDRAW

Tahun 1995 – CorelDRAW 6
CorelDRAW 6 dirilis karena pada tahun ini bersamaan dengan dikeluarkannya Windows 95, agar menyesuaikan dengan sistem operasi tersebut. CorelDRAW 6 adalah versi pertama dengan dukungan penuh 32-bit. Dan ditambahkannya Graph Paper Tool, dengan meningkatkan ukuran halaman maksimum dari 35"x35" hingga 150ft. x 150ft.

Tahun 1997 – CorelDRAW 7
CorelDRAW 7 dirilis setelah selang dua tahun dan lebih stabil dari versi sebelumnya. Fitur baru dari versi ini adalah Property Bar, komunikasi data *.psd (Photoshop), suport alpha channel dan writing tools (Hypen, SpellChecker, AutoCorect) seperti di Microsoft Word.

Tahun 1998 – CorelDRAW 8
CorelDRAW 8 memperkenalkan Multi Import File ditambah alat interaktif Drop Shadow dan Distortion Tool, 3D, dll. Namun pada versi ini dibutuhkan kembali spesifikasi hardware komputer yang lebih besar khususnya RAM atau Memory.

Tahun 1999 - CorelDRAW Graphics Suite 9
CorelDRAW Graphics Suite 9 menambahkan beberapa palette warna, yang dapat membuat pengguna menyesuaikan ruang kerja mereka untuk menampilkan beberapa palette warna secara bersamaan, untuk kecepatan kerja dan fleksibilitas. Sebuah palette editor baru memungkinkan untuk membuat palette warna kustom atau mengedit palette kustom yang ada. Tersedianya konversi file menjadi PDF, sangat kompatibel dengan Adobe Photoshop, dan dilengkapi fitur Artistic Media. CorelDRAW versi ini sangat cocok digunakan bagi anda yang lebih banyak berurusan dengan dengan layout dibandingkan bermain ilustrasi.

Tahun 2000 – CorelDRAW Graphics Suite 10
CorelDRAW Graphics Suite 10 memperkenalkan fitur convert PDF, CorelRave, Page Sorter View dan perbaikan fitur dalam proses mencetak. Page Sorter View memungkinkan pengguna melihat thumbnail dari semua halaman dalam dokumen. Manajemen warna benar-benar didesain ulang untuk menggabungkan opsi penting dalam satu kotak dialog.

Tahun 2002 – CorelDRAW Graphics Suite 11
CorelDRAW Graphics Suite 11 memperkenalkan fasilitas simbol, agar pengguna bisa membuat objek dan dapat menyimpannya dalam sebuah library kemudian dapat digunakan kembali. Bisa dibilang tidak banyak perubahan pada versi ini dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya.

Tahun 2004 – CorelDRAW Graphics Suite 12
CorelDRAW Graphics Suite 12 ditambahkannya fitur yang biasa terdapat pada AutoCAD seperti Dynamic Guideline dan Snap to Object (Quadrant, Node, dll) sehingga menggambar akan lebih presisi dan sempurna.

Tahun 2006 – CorelDRAW Graphics Suite X3
CorelDRAW Graphics Suite X3 memperkenalkan Corel PowerTRACE untuk mengkonversi bitmap ke vektor grafis. Ditambahkan fasilitas perbaikan foto digital Corel PHOTO-PAINT, serta versi ini dapat menambahkan objek vektor tanam dimana sebelumnya hanya bisa memasukan file bitmap.

Tahun 2008 - CorelDRAW Graphics Suite X4
CorelDRAW Graphics Suite X4 dibuat agar dapat kompatibel dengan Windows Vista. Dengan tampilan ikon menyerupai CorelDRAW 3 (1992) yang sangat sederhana. Fitur barunya yaitu Color Management yang kompatibel dengan Adobe, tabel yang interaktif, pengaturan dokumen otomatis, dll.

Tahun 2010 - CorelDRAW Graphics Suite X5
CorelDRAW Graphics Suite X5 sangat banyak fitur baru yang ditambahkan pada versi ini dan sangat kompatibel dengan prosesor Multi Core dan OS Windows 7. Fitur tersebut diantaranya adalah CorelCONNECT, Manajemen warna yang baru, webgrafis dan Animation Tools.

Tahun 2012 - CorelDRAW Graphics Suite X6
CorelDRAW Graphics Suite X6 adalah sebuah versi yang mutakhir dengan menawarkan mesin tipografi yang canggih, harmonisasi warna dan tampilan alat serbaguna yang lebih gaya. Terdapat dua pilihan versi, yaitu veris 32-bit dan 64-bit. Dengan dukungan script yang kompleks sehingga memungkinkan bagi anda untuk menunjukkan kreativitas dan gaya dalam desain anda.

Tahun 2014 - CorelDRAW Graphics Suite X7
CorelDRAW Graphics Suite X7 memiliki tampilan user interface yang didesain ulang, alat dan perangkat serta fitur tambahan yang serba baru. Semuanya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan teknologi saat ini dimana sangat dimaksimalkan dalam integrasi fitur mobile. Yang menjadi fasilitas utama versi ini adalah kemudahan dalam berbagi dan mengakses konten di awan (cloud).

Selama bertahun-tahun Corel Corporation telah membawa semangat inovasi untuk pengembangan berbagai produk pemenang pengahargaan yang mencakup grafis, lukisan, foto, video dan perangkat lunak perkantoran. Mereka juga telah mendapatkan reputasi dalam memberikan produk-produk berkualitas tinggi yang mudah dipelajari, digunakan dan sangat membantu pengguna dalam meningkatkan produktivitas mereka.

Dengan markas utama di Ottawa, Kanada dan memiliki kantor utama di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Taiwan, China dan Jepang. Berbagai produk mereka telah tersebar di seluruh dunia, diantaranya CorelDRAW Graphics Suite, Painter, Corel DESIGNER Technical Suite, PaintShop Pro, VideoStudio, WinDVD, WordPerfect Office dan Winzip.

Artikel ini dibuat pada 25 Agustus 2016, dengan penyesuaian versi terbaru adalah CorelDRAW Graphics Suite X7. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tentu saja Corel Corporation akan terus meningkatkan performa produk mereka, terutama dalam bidang desain grafis. Jadi kita tunggu saja apa yang akan muncul hingga akhir tahun 2016 ini?! Atau di tahun-tahun mendatang.























Sabtu, 22 Oktober 2016

Desain Grafis

Perkembangan Desain Grafis di Berbagai Media

Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan (mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik yang sering kali disebut sebagai “desain interaktif” (interactive design), atau “desain multimedia” (multimedia design’).

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah akal, mata, tangan, alat-alat tradisional (seperti pensil atau tinta), dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual. Bagaimanapun, alat yang paling penting dan paling diperlukan dalam desain adalah akal. Pikiran yang kritis, observasional, kuantitif, dan analitik juga dibutuhkan untuk merancang dan merealisasikan ide tersebut. Pikiran yang kritis, observasional, kuantitatif dan analitik juga diperlukan untuk mengkomposisi sebuah desain.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang (desainer) untuk melihat efek dari layout atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis bisa juga menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat tanpa pecah konsentrasi karena masalah teknis dari perangkat lunak komputer. “Comp” ( istilah dalam desain grafis yang merujuk pada rancangan awal untuk diajukan pada klien, kependekan dari comprehensive layout), buatan tangan seringkali dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari sebuah ide desain grafis. Sketsa yang berupa thumbnail atau coretan-coretan rancangan kasar pada kertas bisa juga digunakan untuk menghasilkan ide dalam sebuah proses hybrida (gabungan antara penggunaan komputer dan goresan tangan).


Proses hybrida semacam ini khususnya berguna pada pembuatan desain logo di mana masalah teknis dari perangkat lunak seringkali memecahkan konsentrasi. Proses hybrida juga dipakai untuk membebaskan kreativitas seseorang dalam pembuatan layout halaman atau pengembangan image. Seorang perancang grafis tradisional bisa juga mempekerjakan seniman produksi (production artist) yang mahir menggunakan komputer untuk mewujudkan ide dari sketsa yang dibuatnya.

Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Desain Grafis

Kebudayaan

Desainer menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan artinya, dan sering kali memanfaatkan norma-norma budaya bersama, nilai-nilai, sejarah dan bahasa. Penggunaan simbol atau tokoh heroik dari masa lalu untuk mendukung atau mewakili sudut pandang atau kualitas tertentu. Selain itu, kebudayaan yang digunakan dalam desain pemodelan grafis secara tidak sengaja telah memberitahukan jati diri desainernya. 

Kerajinan kain daerah merupakan warisan turun menurun dari nenek moyang yang sangatlah indah untuk dijadikan sebagai sumber pikiran dalam melakukan pembuatan desain grafis, contoh perealisasiannya adalah batik dan songket.

Teknologi

Teknologi mempengaruhi bagaimana desain yang diproduksi dan juga mempengaruhi perkembangan dalam gaya, seni dan masyarakat secara keseluruhan, yang pada gilirannya tercermin dalam bentuk desain. Teknologi juga menawarkan desainer berbagai media untuk proyek-proyek mereka serta dengan adanya teknologi kita menjadi lebih tahu tentang perkembangan apa saja yang sedang terjadi di dunia saat kita sedang membuat desain yang baru.

Pengaruh Manusia dan Komputer dalam Desain Grafis

Interaksi manusia dan komputer adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.

















Senin, 03 Oktober 2016

Adobe InDesign

Pada pertemuan ini saya akan menjelaskan tentang Adobe InDesign yaitu software khusus desain pada bagian media cetak.
Pengertian Adobe InDesign
Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini.
Adobe Indesign ini bisa Anda gunakan di OS Windows ataupun Apple dengan versi yang paling stabil adalah CS4 yang dirilis pada tanggal 23 Juni 2009 lalu. Beda dengan Adobe Photoshop yang lebih fokus dalam editing sebuah gambar, untuk Adobe Indesign ini merupakan regenerasi dari Pagemaker yang memiliki beberapa kelebihan untuk membuat sebuah layout media cetak.
Nah saya akan mencoba menjabarkan kelebihan dan kekurangan menggunakan Adobe InDesign.

Kelebihan

Dari segi pengoperasiannya, Adobe Indesign memiliki cara menggunakan yang lebih baik dan mudah dibandingkan dengan software yang serupa. Bahkan bagi para desainer yang masih baru menggunakan software ini bisa beradaptasi dengan mudah karena selain banyak tutorialnya, juga toolsnya mudah untuk digunakan. Salah satu kelebihan dari tools yang terdapat pada Adobe Indesign ini adalah ia memiliki beberapa editing gambar yang bisa memberikan efek sama seperti yang dimiliki oleh Adobe Photoshop misalnya shadow, bevel, glow, dan lain sebagainya.

  • Punya tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk censorship atau efek artistik yang lain.
  • Dapat melakukan import dan membuat gambar menjadi transparan dengan sempurna.
  • Anda yang tidak puas dengan logo atau gambar yang sudah jadi bisa diulang kembali dan menghasilkan desain yang lebih memuaskan dari sebelumnya dengan perintah undo atau ctrl+z yang lebih dari sekali.
  • Ada fasilitas untuk membuat tabel.
  • Mampu untuk membuka file pmd.
  • Mudah sekali untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang bisa dicetak atau dikunci sebagai pengamanan dokumen.


Kekurangan

Meski diklaim sebagai software terbaik untuk mendesain majalah, koran, dan media cetak lainnya, Adobe Indesign masih memiliki beberapa kelemahan terutama apabila dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Pagemaker.

  • Dari segi math type, untuk Pagemaker masih mudah memindahkan math type ke Pagemaker. Sedangkan di Adobe Indesign Anda harus menempatkannya di luar area kerja, lalu di-copy, dan di-paste di area kerja kembali. Ketika dilakukan pengeditan pun lebih sulit dilakukan.
  • Jika Anda memilih format teks rata kanan kiri atau justify, seringkali jarak antar teks terlihat tidak natural baik itu terlalu jauh atau terlalu dekat sehingga membutuhkan sedikit usaha untuk menyeimbangkannya.
  • Hanya bisa digunakan untuk membuat layout atau format master untuk majalah atau buku. Sehingga apabila Anda ingin desain yang lebih detail dan rinci, Adobe Indesign tidak memiliki tools yang memadai. Untuk mendesain sebuah logo atau simbol yang lebih rinci dan leluasa Anda bisa menggunakan Adobe Illustrator.


Adobe InDesign
Bagas Andhika Sakti
51414956
3IA21
Desain Permodelan Grafik
Syefani Rahma Deski

Adobe InDesign

Pada pertemuan ini saya akan menjelaskan tentang Adobe InDesign yaitu software khusus desain pada bagian media cetak.
Pengertian Adobe InDesign
Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini.
Adobe Indesign ini bisa Anda gunakan di OS Windows ataupun Apple dengan versi yang paling stabil adalah CS4 yang dirilis pada tanggal 23 Juni 2009 lalu. Beda dengan Adobe Photoshop yang lebih fokus dalam editing sebuah gambar, untuk Adobe Indesign ini merupakan regenerasi dari Pagemaker yang memiliki beberapa kelebihan untuk membuat sebuah layout media cetak.
Nah saya akan mencoba menjabarkan kelebihan dan kekurangan menggunakan Adobe InDesign.

Kelebihan

Dari segi pengoperasiannya, Adobe Indesign memiliki cara menggunakan yang lebih baik dan mudah dibandingkan dengan software yang serupa. Bahkan bagi para desainer yang masih baru menggunakan software ini bisa beradaptasi dengan mudah karena selain banyak tutorialnya, juga toolsnya mudah untuk digunakan. Salah satu kelebihan dari tools yang terdapat pada Adobe Indesign ini adalah ia memiliki beberapa editing gambar yang bisa memberikan efek sama seperti yang dimiliki oleh Adobe Photoshop misalnya shadow, bevel, glow, dan lain sebagainya.

  • Punya tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk censorship atau efek artistik yang lain.
  • Dapat melakukan import dan membuat gambar menjadi transparan dengan sempurna.
  • Anda yang tidak puas dengan logo atau gambar yang sudah jadi bisa diulang kembali dan menghasilkan desain yang lebih memuaskan dari sebelumnya dengan perintah undo atau ctrl+z yang lebih dari sekali.
  • Ada fasilitas untuk membuat tabel.
  • Mampu untuk membuka file pmd.
  • Mudah sekali untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang bisa dicetak atau dikunci sebagai pengamanan dokumen.


Kekurangan

Meski diklaim sebagai software terbaik untuk mendesain majalah, koran, dan media cetak lainnya, Adobe Indesign masih memiliki beberapa kelemahan terutama apabila dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Pagemaker.

  • Dari segi math type, untuk Pagemaker masih mudah memindahkan math type ke Pagemaker. Sedangkan di Adobe Indesign Anda harus menempatkannya di luar area kerja, lalu di-copy, dan di-paste di area kerja kembali. Ketika dilakukan pengeditan pun lebih sulit dilakukan.
  • Jika Anda memilih format teks rata kanan kiri atau justify, seringkali jarak antar teks terlihat tidak natural baik itu terlalu jauh atau terlalu dekat sehingga membutuhkan sedikit usaha untuk menyeimbangkannya.
  • Hanya bisa digunakan untuk membuat layout atau format master untuk majalah atau buku. Sehingga apabila Anda ingin desain yang lebih detail dan rinci, Adobe Indesign tidak memiliki tools yang memadai. Untuk mendesain sebuah logo atau simbol yang lebih rinci dan leluasa Anda bisa menggunakan Adobe Illustrator.


Adobe InDesign
Bagas Andhika Sakti
51414956
3IA21
Desain Permodelan Grafik
Syefani Rahma Deski

Adobe InDesign

Pada pertemuan ini saya akan menjelaskan tentang Adobe InDesign yaitu software khusus desain pada bagian media cetak.
Pengertian Adobe InDesign
Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini.
Adobe Indesign ini bisa Anda gunakan di OS Windows ataupun Apple dengan versi yang paling stabil adalah CS4 yang dirilis pada tanggal 23 Juni 2009 lalu. Beda dengan Adobe Photoshop yang lebih fokus dalam editing sebuah gambar, untuk Adobe Indesign ini merupakan regenerasi dari Pagemaker yang memiliki beberapa kelebihan untuk membuat sebuah layout media cetak.
Nah saya akan mencoba menjabarkan kelebihan dan kekurangan menggunakan Adobe InDesign.

Kelebihan

Dari segi pengoperasiannya, Adobe Indesign memiliki cara menggunakan yang lebih baik dan mudah dibandingkan dengan software yang serupa. Bahkan bagi para desainer yang masih baru menggunakan software ini bisa beradaptasi dengan mudah karena selain banyak tutorialnya, juga toolsnya mudah untuk digunakan. Salah satu kelebihan dari tools yang terdapat pada Adobe Indesign ini adalah ia memiliki beberapa editing gambar yang bisa memberikan efek sama seperti yang dimiliki oleh Adobe Photoshop misalnya shadow, bevel, glow, dan lain sebagainya.

  • Punya tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk censorship atau efek artistik yang lain.
  • Dapat melakukan import dan membuat gambar menjadi transparan dengan sempurna.
  • Anda yang tidak puas dengan logo atau gambar yang sudah jadi bisa diulang kembali dan menghasilkan desain yang lebih memuaskan dari sebelumnya dengan perintah undo atau ctrl+z yang lebih dari sekali.
  • Ada fasilitas untuk membuat tabel.
  • Mampu untuk membuka file pmd.
  • Mudah sekali untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang bisa dicetak atau dikunci sebagai pengamanan dokumen.


Kekurangan

Meski diklaim sebagai software terbaik untuk mendesain majalah, koran, dan media cetak lainnya, Adobe Indesign masih memiliki beberapa kelemahan terutama apabila dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Pagemaker.

  • Dari segi math type, untuk Pagemaker masih mudah memindahkan math type ke Pagemaker. Sedangkan di Adobe Indesign Anda harus menempatkannya di luar area kerja, lalu di-copy, dan di-paste di area kerja kembali. Ketika dilakukan pengeditan pun lebih sulit dilakukan.
  • Jika Anda memilih format teks rata kanan kiri atau justify, seringkali jarak antar teks terlihat tidak natural baik itu terlalu jauh atau terlalu dekat sehingga membutuhkan sedikit usaha untuk menyeimbangkannya.
  • Hanya bisa digunakan untuk membuat layout atau format master untuk majalah atau buku. Sehingga apabila Anda ingin desain yang lebih detail dan rinci, Adobe Indesign tidak memiliki tools yang memadai. Untuk mendesain sebuah logo atau simbol yang lebih rinci dan leluasa Anda bisa menggunakan Adobe Illustrator.


Adobe InDesign
Bagas Andhika Sakti
51414956
3IA21
Desain Permodelan Grafik
Syefani Rahma Deski

Adobe InDesign

Pada pertemuan ini saya akan menjelaskan tentang Adobe InDesign yaitu software khusus desain pada bagian media cetak.
Pengertian Adobe InDesign
Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini.
Adobe Indesign ini bisa Anda gunakan di OS Windows ataupun Apple dengan versi yang paling stabil adalah CS4 yang dirilis pada tanggal 23 Juni 2009 lalu. Beda dengan Adobe Photoshop yang lebih fokus dalam editing sebuah gambar, untuk Adobe Indesign ini merupakan regenerasi dari Pagemaker yang memiliki beberapa kelebihan untuk membuat sebuah layout media cetak.
Nah saya akan mencoba menjabarkan kelebihan dan kekurangan menggunakan Adobe InDesign.

Kelebihan

Dari segi pengoperasiannya, Adobe Indesign memiliki cara menggunakan yang lebih baik dan mudah dibandingkan dengan software yang serupa. Bahkan bagi para desainer yang masih baru menggunakan software ini bisa beradaptasi dengan mudah karena selain banyak tutorialnya, juga toolsnya mudah untuk digunakan. Salah satu kelebihan dari tools yang terdapat pada Adobe Indesign ini adalah ia memiliki beberapa editing gambar yang bisa memberikan efek sama seperti yang dimiliki oleh Adobe Photoshop misalnya shadow, bevel, glow, dan lain sebagainya.

  • Punya tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk censorship atau efek artistik yang lain.
  • Dapat melakukan import dan membuat gambar menjadi transparan dengan sempurna.
  • Anda yang tidak puas dengan logo atau gambar yang sudah jadi bisa diulang kembali dan menghasilkan desain yang lebih memuaskan dari sebelumnya dengan perintah undo atau ctrl+z yang lebih dari sekali.
  • Ada fasilitas untuk membuat tabel.
  • Mampu untuk membuka file pmd.
  • Mudah sekali untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang bisa dicetak atau dikunci sebagai pengamanan dokumen.


Kekurangan

Meski diklaim sebagai software terbaik untuk mendesain majalah, koran, dan media cetak lainnya, Adobe Indesign masih memiliki beberapa kelemahan terutama apabila dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Pagemaker.

  • Dari segi math type, untuk Pagemaker masih mudah memindahkan math type ke Pagemaker. Sedangkan di Adobe Indesign Anda harus menempatkannya di luar area kerja, lalu di-copy, dan di-paste di area kerja kembali. Ketika dilakukan pengeditan pun lebih sulit dilakukan.
  • Jika Anda memilih format teks rata kanan kiri atau justify, seringkali jarak antar teks terlihat tidak natural baik itu terlalu jauh atau terlalu dekat sehingga membutuhkan sedikit usaha untuk menyeimbangkannya.
  • Hanya bisa digunakan untuk membuat layout atau format master untuk majalah atau buku. Sehingga apabila Anda ingin desain yang lebih detail dan rinci, Adobe Indesign tidak memiliki tools yang memadai. Untuk mendesain sebuah logo atau simbol yang lebih rinci dan leluasa Anda bisa menggunakan Adobe Illustrator.


Adobe InDesign
Bagas Andhika Sakti
51414956
3IA21
Desain Permodelan Grafik
Syefani Rahma Deski

sejarah desain permodelan grafik

Sejarah Permodelan Grafik

Kata desain grafis pertama digunakan pada tahun 1922 dari sebuah esai berjudul “New Kind of Printing Calls for New Design” yang ditulis oleh William Addison Dwiggins. Desain grafis perkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah manusia. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg menemukan teknologi mesin cetak, penemuan ini digunakan untuk memproduksi buku secara massal dan low cost. Johannes Gutenberg menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan yang menyerupai desain Rhinland yang digunakan untuk menghasilkan anggur. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku.

            Pada tahun 1450 Guttenberg bersama Johannes Fust dan Peter Schoffer berhasil mencetak “Latin Bible” atau “Gutterberg Bible”,”Marian Bible” atau “42 line Bible”, yang berhasil diselesaikan pada tahun 1456. Temuan ini telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk Hiasan buku, pada saat itu juga telah berkembang corak huruf atau tipografi.

            Pada tahun 1978 Aloys Senefelder menemukan teknik mencetak Litografi. Teknik ini berbeda dengan mesin cetak Guterberg, teknik Litografi menggunakan cetak datar yang memanfaatkan tolak antara air dengan minyak. Teknik ini memungkinkan melakukan penggambaran secara lebih leluasa dan juga memungkinkan untuk melakukan pemisahan warna, sehingga pada masa ini sangat berkembang seni poster sehingga disebut dengan “The Golden Age of The Poster”.

            Selanjutnya desain grafis mengalami perkembangan yang pesat setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Kerajaan Romawi telah membawa peradaban baru seperti perdaban barat yang diaptasikan dengan kesenian, agama, serta alphabet latin yang dibawa dari Yunani. Pada saat ini mesin cetak dan computer adalah dua alat yang telah mempercepat perkembangan seni desain grafis hingga diterapkan dalam periklanan, perfilman dan lain-lain. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.


Pengertian

Grafika adalah segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan. Contohnya adalah: foto, gambar, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.

Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Prinsip Desain Grafis

1. Kesederhanaan

Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahaan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (Headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan terlihat memusingkan, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaaan elemen ruang kosong (White space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris, seperlunya saja.

2. Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu : keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsisten dalam penggunaan berbagai elemen desain.  Konsisten juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Untuk menciptakan keseimbangan :

  • Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
  • Pusat elemen pada halaman.
  • Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
  • Gunakan satu atau dua bentuk aneg dan membuat bentuk biasa.
  • Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
  • Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.
  • Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingin oleh banyak spasi.


3. Kesatuan

Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis, dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Untuk membuat persatuan :

  • Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
  • Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
  • Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema atau bentuk.
  • Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.


4. Penekanan (Aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita untuk dibacaoleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan :

  • Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
  • Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
  • Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
  • Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
  • Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
  • Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
  • Letakkan daftar yang ingin disorot di sidebar dalam kotak berbayang.


5. Irama (Repetisi)

Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antar kolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

6. Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

Unsur Desain

Unsur dalam setiap hasil karya desain grafis dan DKV terdiri dari bagian-bagian yang bisa dipelajari secara terpisah. Pada setiap karya desain pasti ada minimal 1 dari unsur berikut :

1. Garis (Line)

Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

2. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

3. Tekstur (Texture)

Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda.

4. Ruang (Space)

Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain apat dijadikan unsur untuk memberi efel estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya ruang digolongkan menjadi dua unsur yaitu obyek (figue) dan latarbelakang (bcakground).

5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini kita dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain kita sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)

Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color/RGB) dan warna yang dibuat dengan unsur tinta atau cat (Substractive color/CMYK).