Sabtu, 16 Desember 2017

PROPOSAL PROYEK APLIKASI SISTEM INFORMASI PERCETAKAN BERBASIS WEB

PROPOSAL PROYEK

APLIKASI SISTEM INFORMASI PERCETAKAN BERBASIS WEB
GUNA MEMPERMUDAH PEMESANAN PADA CV. ZAHRA SABLON DENGAN MENGGUNAKAN PHP, MYSQL DAN MACROMEDIA FLASH
                               
BIDANG : TEKNOLOGI INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA

1.   Latar Belakang

Perkembangan dunia informasi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Hal tersebut didukung dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju dan memadai. Sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, terkini, serta akurat. Selain berdasarkan pada hal tersebut, penyajian suatu informasi juga perlu mendapatkan perhatian serius untuk menarik costumer.

Pada CV. Zahra Sablon adalah suatu usaha yang bergerak dalam bidang percetakan atau Advertaising. Perusahaan tersebut mendapat permasalah yang sering timbul diakibatkan promosi atau informasi yang masih menggunakan brosur dan pamplet yang diberikan kepada masyarakat disekitarnya. Yang menjadi kelemahan adalah perusahaan kesulitan dalam penyampain informasi tentang produk-produk yang dipasarkan. Selain itu transaksi yang dilakukan di dalam perusahaan juga kurang optimal dikarenakan custumor tidak bisa datang langsung dikarenakan kekurangan waktu luang yang sedikit. Sehingga customer memilih perusahaan lain.

Dengan adanya permasalahan inilah penulils membuat desain website sebagai media optimalisasi promosi bagi CV. Zahra Sablon. Desain website ini bukan hanya mempromosikan suatu produk tetapi website ini juga bisa memesan produk secara online dengan mengirim data gambar kepada perusahaan.

Berdasarkan permasalahan maka penulis memberikan solusi dengan membuat sebuah desain website secara online pada Cv. Zahra Sablon dengan mengunakan PHP , MySql dan Macromedia Flash . Desain website tersebut diharapkan dapat membantu dan meningkatkan penyampaian informasi, serta memudahkan customer untuk memesan secara Online.

2.   Rumusan Masalah

Sesuai dengan permasalahan yang telah disampaikan diatas maka perumusan masalah yang penulis ajukan adalah “Bagaimana membuat desain web sebagai media informasi Pemesanan pada CV. Zahra Sablon dengan menggunakan PHP, MySql dan Macromedia Flash. Membantu eksekutif dalam mendapatkan data / informasi yang berguna dari internal maupun eksternal dan juga dalam mengambil sebuah keputusan.

3.   Ruang Lingkup

Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan penulisan proposal proyek ini maka perlu adanya pokok pembahasan sebagai berikut :

Contoh-contoh Produk :
  • Pemesanan
  • Pembayaran
  • Pelaporan Customer

4.   Tujuan & Manfaat Tujuan :

Tujuan Pokok

Tujuan pokok dari Tugas Proyek ini adalah mendesign system informasi berbasis web dengan menggunakan php, mysql dan macromedia flash pada CV. Zahra Sablon guna memudahkan pemesanan produk

Tujuan Eksekutif

Untuk mempermudah eksekutif mendapatkan data dan informasi informasi-informasi baik secara internal maupun eksternal. memantau proses bisnis yang berjalan seperti contoh produk, pemesanan, pembayaran dan laporan aktifitas bisnis.

Manfaat :
  • Memudahkan pelanggan dalam memesan produk / order
  • Memperluar wilayah usaha
  • Memudahkan dalam promosi CV. Zahra Sablon

5.  Metodologi

Metodologi merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses bisnis. Berikut ini adalah suatu metodologi untuk merealisasikan proyek “Aplikasi Sistem Informasi Percetakan Berbasis Web” akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :

     A.)   Studi Kelayakan

Mempelajari proses-proses dan identifikasi data-data yang dibutuhkan dalam perancangan “Aplikasi Sistem Informasi Percetakan Berbasis Web” sehingga dapat memenuhi kebutuhan Perudahaan dalam hal ini Eksekutif untuk meningkatkan pelayanan efisiensi dan keputusan.

     B.)    Desain Fungsi

Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), desain file, desain tabel, relasi tabel dan sebagainya sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki.

     C.)    Pemrograman

Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Lama Pengerjaan dan Jumlah baris coding ini turut menentukan besar-kecilnya harga Aplikasi yang dibuat.

     D.)    Pengujian

     Black Box Testing :
  • Uji Prilaku (behavior testing)
  • Focus input / output
  • Fungsionalitas

6.   Pelatihan

Sebelum aplikasi program dijalankan/ kunjungi oleh user, pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih costumer atau eksekutif dari CV Zahra Sablon yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat. Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna selanjutnya.

7.   Pemeliharan

Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggang waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.

8.   Dokumentasi

Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat kemajuan proyek yang sedang dikembangkan, sebagai referensi untuk bug bila terjadi kendala, sebagai pedoman operasional dan sebagainya.

9.   Waktu Pelaksanaan Proyek : 


10.   Anggaran Biaya
  • Biaya Persiapan :

  • Biaya Pengerjaan :

Revisi :

Jelaskan bagian tujuan eksekutif!

Yang dimaksud sebagai eksekutif adalah sebagai customer atau pelanggan dari sebuah perusahaan yang sedang dalam proses pencarian atau mendapatkan informasi baik internal ataupun eksternal mengenai informasi produk, cara pemesanan, cara pembayaran serta aktifitas bisnis dengan cara melakukan promosi cv pada zahra salon guna memudahkan customer untuk melakukan pemesanan atau order.

Jumat, 10 November 2017

Samsung Electronics Co,.Ltd

 Tugas Softskill 2

Nama Kelompok :
Antoni Lim (51414432) [http://tonikrenzzz.blogspot.co.id]
Bagas Andhika S (51414956) [http://bagassk.blogspot.co.id/]
Gabriel Baruch Krisnanta (54414411) [http://gbaruchkrisnanta.blogspot.co.id/]

Kelas 4IA21

Sejarah Singkat Samsung Electronic Co,.Ltd

Samsung Group dibentuk pada 1938 oleh Lee Byung-chul (1910-1987). Pada 1951, perusahaan ini berubah menjadi Samsung Corporation.

Samsung Electronics dibentuk pada 1969 di Daegu, Korea Selatan dengan nama Samsung Electric Industries yang pada mulanya memproduksi perangkat elektronik seperti TV, kalkulator, kulkas, pendingin ruangan dan mesin cuci. Pada 1981, perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 10 juta TV hitam-putih. Pada 1988, perusahaan ini bergabung dengan Samsung Semiconductor & Communications.

Samsung Electronics meningkatkan fokus pada teknologi yang mengarah pada pembentukan dua lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) yang membantu memperluas jangkauannya lebih jauh lagi ke bidang elektronik, semikonduktor, telekomunikasi optik, dan bidang-bidang baru inovasi teknologi dari nanoteknologi hingga arsitektur jaringan yang canggih. Pada tahun 1980, merger antara Samsung Electronics dan Samsung Semiconductor menjadi tonggak sejarah besar.

Tahun 1987, Ketua pendiri Samsung Electronics, Byung-chull Lee, meninggal dunia. Puteranya, Kun-hee Lee, meneruskannya sebagai Ketua baru. Selama periode ini, Samsung Electronics menantang dirinya sendiri untuk merestrukturisasi bisnis lama dan memasuki bisnis baru dengan tujuan menjadi salah satu dari 5 perusahaan elektronik terbesar di dunia.

Selama masa ini, 17 macam produk-dari semikonduktor hingga monitor komputer, layar TFT-LCD hingga tabung gambar berwarna-menempati peringkat lima produk teratas untuk pangsa pasar global di masing-masing bidang dan 12 produk lainnya menempati peringkat pasar teratas di bidangnya.

Menjadi No.1 juga berarti memenuhi kewajiban sosial korporat, baik dengan pertimbangan kesejahteraan sosial, pelestarian lingkungan, kegiatan budaya, maupun olahraga. Untuk mewujudkannya, Samsung Electronics aktif turut serta dalam pemasaran olahraga dan berkat upaya intensif ini, ketuanya, Kun-Hee Lee, terpilih sebagai anggota International Olympic Committee (IOC) pada bulan Juli 1996, yang besar peranannya dalam mengangkat citra perusahaan sebagai kontributor utama bagi atletik dunia.

Pada tahun 1994 samsung electronics Mengembangkan DRAM 256M yang pertama di dunia.

Pada tahun 1995 Samsung Advanced Institute of Technology (SIT) mengembangkan teknologi MPEG-3 real-time yang pertama di dunia.

Pada tahun 1996 samsung Mengembangkan DRAM 1GB dan Memulai produksi massal DRAM 64M


Struktur Organisasi

Product
  •  SSD




  • Portable SSD

  • Memory Card


  • Monitor


Laporan Keuangan

Tahun 2014


Tahun 2012





Sumber :

Selasa, 03 Oktober 2017

Profil First Media



PT First Media Tbk adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai “Triple Play”. Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.

Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.
PT First Media Tbk (dahulunya PT Broadband Multimedia Tbk), perusahaan ini diperkenalkan pada 6 Januari 1994, didasarkan pasa Notarial Deed no 37 sebelum Siti Safariyah S.H digantikan oleh B.R.AY. Mahyastoeti Notonagoro, S.H, Notaris di Jakarta, dibawah nama dari PT Safria Ananda. Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.
Pada akhir Agustus 2007. Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Perusahaan ini telah diikat oleh layanan ketetapan yang terdahulu melalui sebuah jaringan komunikasi broadband, dan distribusi bermacam-macam signal elektronik melalui pendapatan yang sekarang ini diperoleh dari distribusi program televisi di Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Bali.
Perusahaan bekerja sama dengan PT Link Net, cabangnya menyediakan layanan internet broadband  kecepatan tinggi melalui jaringan perusahaan, dimana sekarang ini menghasilkan pendapatan dari koneksi internet broadband di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan wilayah Surabaya. Perusahaan berdomisili di Gedung Citra Graha lantai 4, Jln. Gatot Subroto Kav 35-36 Jakarta. Perusahaan memulai operasinya pada 1 Maret 1999.

Perusahaan secara langsung mengakusisi beberapa perusahan melaui cabang-cabangnya: PT Margayu Vatri Chantiqa, PT Ayunda Prima Mitra, PT Link Net, PT First Media Production, First Media News, dan PT First Media Television.



Visi

Menjadi perusahaan penyelenggara jasa Megamedia terpadu terkemuka di Indonesia yang memanfaatkan teknologi internet pita lebar guna menciptakan nilai tambah kepada para Pemangku Kepentingan. Visi perseroan mencakup ladasan layanan Enam-C yang terpadu, yaitu :

  • Cable TV – Multi-Channels Interactive Television
  • Computer – Layanan Broadband Internet
  • Communication – Layanan Data Komunikasi
  • Content – Kontent untuk Internet dan TV
  • Channels – Memproduksi “in-House Channel”
  • Commerce – TV Home Shopping dan Internet E-Commerce


Misi
  • Menjadi pelopor di bidangnya
  • Mengutamakan kompetensi dan profesionaisme
  • Fokus pada pelanggan
  • Menjadi pilihan utama untuk berkarir
  • Warga usaha yang bertanggung jawab

Informasi Bidang Teknologi First Media

Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bali (Denpasar), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.



Luasnya First Media jaringan Metro Etherneta  dan mengelilingi sebagian besar wilayah Jakarta, melintasi semua wilayah pusat bisnis besar, membuat First Media menjadi provider utama atas semua solusi komunikasi untuk transfer data kecepatan tinggi dan aplikasi internet untuk perusahaan melalui semua wilayah. Didukung oleh kurang lebih 3.800 km kabel fiber optik.
       
Selanjutnya, layanan data komunikasi telah disebarkan oleh generasi selanjutnya dari jaringan intelejen yang mana terkenal sebagai Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang mengirimkan layanan jarak yang luas dengan kualitas terjamin melaui setiap saluran fiber optik yang disewakan. Semua layanan ini termasuk dari Pusat Pemulihan Bencana, layanan Jaringan Area Penyimpanan, Layanan Aplikasi Real Time, Peering Services, Inter-Branch Connection Services, Video Streaming and Voice Services, dan masih banyak lagi.
      
Sejak 2002, layanan komunikasi data dari First Media, DataComm, telah dipercaya sebagai satu-satunya provider Jakarta Automated Trading System-Remote Trading (JATS-RT) untuk Indonesia Stock Exchange and Exchange Members.
      
Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Komunikasi Data menyediakan layanan untuk pelanggan perusahaan dari sektor yang bermacam-macam. Seperti pada akhir 2009, layanan komunikasi data First Media telah digunakan oleh 2660 pelanggan perusahaan dengan total jumlah 500 links koneksi dalam Greater Jakarta Area.

Peralatan penerima memakai alat pengubah (converter) bermerek Eastern Electronics tipe se-830. Alat ini berfungsi untuk mengubah signal digital menjadi signal audio analog dan signal video analog. Alat pengubah ini juga dilengkapi kartu pintar (Smart Card) untuk sistem akses dengan kondisi tertentu (Conditional Access System/CAS) dari Nagravision. Untuk menghubungkan dengan TV dipergunakan penghubung/konektor RCA atau S-Video. Pengubah dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai penghubung SPDIF.

Ruang Lingkup

Produk First Media disebut Triple Play merupakan layanan berbasis teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

·         FastNet

FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam hal harganya yang murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lainnya karena menawarkan harga yang tetap untuk layanan yang selalu menyala selama 1 bulan.

FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet tetapi menggunakan kabel pita lebar. Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.

Paket FastNet dikemas dalam beberapa paket sebagai berikut:




·         HomeCable


HomeCable adalah stasiun televisi kabel berlangganan. HomeCable merupakan merek dagang baru untuk 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. Selain saluran televisi, HomeCable juga menyediakan saluran radio.

Ada 70 channels yang tersedia menunjukan keseimbangan dari hiburan, olahraga, pendidikan, keluarga, dan berita untuk setiap anggota dari keluarga. Dan dengan teknologi terbaru dari penyiaran televisi melalui HBO HD,ddddd ESPN HD, Fashion TV HD, ASN HD, dan yang lainnya untuk menjadikan First Media sebagai yang pertama di Indonesia yang mengelola untuk membawa hiburan bagi setiap rumah tangga sampai pada ketajaman yang tinggi melalui First Media HD dengan biaya Rp 315.000/ bulan dan 100 channels yang dapat dinikmati.

HomeCable Ultimate
Rp. 315,000/month
Channels: 100

·         First HD

First HD menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). Layanan First HD diluncurkan pada 1 September 2010. Dengan biaya tambahan sebesar Rp100.000, pelanggan akan mendapatkan 2 saluran HD yaitu ESPNHD dan HBOHD.
Saat ini HomeCable mengembangkan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem kabel yang tersambung langsung pada antena di atas rumah. Dari satu sambungan itu, semua televisi yang tersambung dengan antena dapat menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara perlahan mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk HomeCable.

Keunggulan Perusahaan
  • Fitur & Manfaat FastNet Broadband Internet:
  • Sangat cepat kecepatan internet
  • Menonton streaming film HD secara online.
  • Bermain game online dengan lag kurang.
  • Download musik dan meng-upload foto dalam sekejap mata
  • Dapatkan koneksi internet lebih cepat-bahkan dengan seluruh keluarga secara online pada waktu yang sama.

Omset

First Media membukukan pendapatan sebesar Rp 833 miliar ditahun 2010 atau naik 15,2% dari hasil 2009. Kemudian perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih cukup signifikan sebesar 27,9% dari Rp 33 miliar menjadi Rp 42 miliar ditahun 2010.
Selain kinerja keuagan yang positif, perseroan juga melaporkan kesuksesan dari bisnis internet broadband dan pertumbuhan sektor tv kabel. Dimana pendapatan service internet broadband meningkat secara signifikan dari Rp 332 miliar menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2010.

Kemudian, untuk basis pelanggan First Media bertambah sebanyak lebih dari 58 ribu pelanggan baru. Keberhasilan menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% dengan total pelanggan mencapai 334 ribu pelanggan dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Peningkatan ini terdiri dari pertumbuhan pelanggan TV kabel yang signifikan dari 132 ribu menjadi 172 ribu, sementara pelanggan internet broadband melonjak naik dari 154 ribu menjadi 172 ribu.

First Media, lanjutnya, tengah berada dalam posisi strategis untuk memperbesar nilai perusahaan dengan cara meningkatkan dan memfokuskan pada layanan bisnis internet boradband di tahun 2011. Kinerja perseroan yang baik dihasilkan dari strategi efisiensi pembiayaan melalui sebuah pemilihan kerjasama dengan stasiun televisi penyedia siaran yang cermat dan strategi menambah bandwidth yang efektif memberikan dampak pada efisiensi biaya serta naiknya mutu layanan.

Informasi Perseroan

Dewan Komisaris

Jabatan                                  Nama

Presiden Komisaris                 Surjadi Soedirdja
Komisaris Independen            Paternus Mingkor
Komisaris Independen            Teguh Pudjowigoro
Komisaris                                Ali Chendra

Direksi

Jabatan                                  Nama

Presiden Direktur                   Harianda Noerlan
Direktur Independen              Hernowo Hadiprodjo
Direktur Independen              R. Soeparmadi
Direktur                                  Johannes Tong
             
Sekretaris Perusahaan         Shinta Melani Paruntu

Komite di bawah Dewan Komisaris

Komite Audit

Ketua               Prof.DR. Didik J. Rachbini
Anggota          Herman Latief
Anggota          R. Hikmat Kartadjoemana

Komite Nominasi & Remunerasi

Ketua              Prof.DR. H. Muladi
Anggota          Markus Permadi
Anggota          Shinta Melani Paruntu

Informasi lain

Kantor Pusat
BeritaSatu Plaza Lantai 4, Suite 401
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.35-36, Jakarta 12950, Indonesia
Telefon  (62-21) 527 8811  , Faksimil  (62-21) 527 8833 

Akuntan Publik
Aryanto, Amir, Jusuf, Mawar & Saptoto – Plaza ABDA, Floor 10 & 11
Jl. Jend. Sudirman Kav.59, Jakarta 12190, Indonesia
Phone  (62-21) 5140 1340  , Facsimile  (62-21) 5140 1350 

Biro Administrasi Efek
PT Sharestar Indonesia – BeritaSatu Plaza Lantai 7
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.35-36, Jakarta 12950, Indonesia
Telefon  (62-21) 527 7966  , Faksimil  (62-21) 527 7967 

Kode Emiten di Bursa Efek Indonesia
KBLV

Website Perseroan dan Anak Perusahaan
www.firstmedia.co.id
www.firstmedia.com
www.bolt.id
www.bigtvhd.com
www.cinemaxxtheater.com
www.linknet.co.id
www.firstmpro.com
www.beritasatu.tv
www.msh-niagatelecom.com



Sejarah dan Profil First Media


PT First Media Tbk adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai “Triple Play”. Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.

Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.
PT First Media Tbk (dahulunya PT Broadband Multimedia Tbk), perusahaan ini diperkenalkan pada 6 Januari 1994, didasarkan pasa Notarial Deed no 37 sebelum Siti Safariyah S.H digantikan oleh B.R.AY. Mahyastoeti Notonagoro, S.H, Notaris di Jakarta, dibawah nama dari PT Safria Ananda. Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.
Pada akhir Agustus 2007. Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Perusahaan ini telah diikat oleh layanan ketetapan yang terdahulu melalui sebuah jaringan komunikasi broadband, dan distribusi bermacam-macam signal elektronik melalui pendapatan yang sekarang ini diperoleh dari distribusi program televisi di Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Bali.
Perusahaan bekerja sama dengan PT Link Net, cabangnya menyediakan layanan internet broadband  kecepatan tinggi melalui jaringan perusahaan, dimana sekarang ini menghasilkan pendapatan dari koneksi internet broadband di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan wilayah Surabaya. Perusahaan berdomisili di Gedung Citra Graha lantai 4, Jln. Gatot Subroto Kav 35-36 Jakarta. Perusahaan memulai operasinya pada 1 Maret 1999.

Perusahaan secara langsung mengakusisi beberapa perusahan melaui cabang-cabangnya: PT Margayu Vatri Chantiqa, PT Ayunda Prima Mitra, PT Link Net, PT First Media Production, First Media News, dan PT First Media Television.




Informasi Bidang Teknologi First Media

Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bali (Denpasar), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.



Luasnya First Media jaringan Metro Etherneta  dan mengelilingi sebagian besar wilayah Jakarta, melintasi semua wilayah pusat bisnis besar, membuat First Media menjadi provider utama atas semua solusi komunikasi untuk transfer data kecepatan tinggi dan aplikasi internet untuk perusahaan melalui semua wilayah. Didukung oleh kurang lebih 3.800 km kabel fiber optik.
       
Selanjutnya, layanan data komunikasi telah disebarkan oleh generasi selanjutnya dari jaringan intelejen yang mana terkenal sebagai Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang mengirimkan layanan jarak yang luas dengan kualitas terjamin melaui setiap saluran fiber optik yang disewakan. Semua layanan ini termasuk dari Pusat Pemulihan Bencana, layanan Jaringan Area Penyimpanan, Layanan Aplikasi Real Time, Peering Services, Inter-Branch Connection Services, Video Streaming and Voice Services, dan masih banyak lagi.
      
Sejak 2002, layanan komunikasi data dari First Media, DataComm, telah dipercaya sebagai satu-satunya provider Jakarta Automated Trading System-Remote Trading (JATS-RT) untuk Indonesia Stock Exchange and Exchange Members.
      
Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Komunikasi Data menyediakan layanan untuk pelanggan perusahaan dari sektor yang bermacam-macam. Seperti pada akhir 2009, layanan komunikasi data First Media telah digunakan oleh 2660 pelanggan perusahaan dengan total jumlah 500 links koneksi dalam Greater Jakarta Area.

Peralatan penerima memakai alat pengubah (converter) bermerek Eastern Electronics tipe se-830. Alat ini berfungsi untuk mengubah signal digital menjadi signal audio analog dan signal video analog. Alat pengubah ini juga dilengkapi kartu pintar (Smart Card) untuk sistem akses dengan kondisi tertentu (Conditional Access System/CAS) dari Nagravision. Untuk menghubungkan dengan TV dipergunakan penghubung/konektor RCA atau S-Video. Pengubah dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai penghubung SPDIF.

Ruang Lingkup

Produk First Media disebut Triple Play merupakan layanan berbasis teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

·         FastNet

FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam hal harganya yang murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lainnya karena menawarkan harga yang tetap untuk layanan yang selalu menyala selama 1 bulan.

FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet tetapi menggunakan kabel pita lebar. Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.

Paket FastNet dikemas dalam beberapa paket sebagai berikut:




·         HomeCable

HomeCable adalah stasiun televisi kabel berlangganan. HomeCable merupakan merek dagang baru untuk 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. Selain saluran televisi, HomeCable juga menyediakan saluran radio.

Ada 70 channels yang tersedia menunjukan keseimbangan dari hiburan, olahraga, pendidikan, keluarga, dan berita untuk setiap anggota dari keluarga. Dan dengan teknologi terbaru dari penyiaran televisi melalui HBO HD,ddddd ESPN HD, Fashion TV HD, ASN HD, dan yang lainnya untuk menjadikan First Media sebagai yang pertama di Indonesia yang mengelola untuk membawa hiburan bagi setiap rumah tangga sampai pada ketajaman yang tinggi melalui First Media HD dengan biaya Rp 315.000/ bulan dan 100 channels yang dapat dinikmati.

HomeCable Ultimate
Rp. 315,000/month
Channels: 100

·         First HD

First HD menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). Layanan First HD diluncurkan pada 1 September 2010. Dengan biaya tambahan sebesar Rp100.000, pelanggan akan mendapatkan 2 saluran HD yaitu ESPNHD dan HBOHD.

Saat ini HomeCable mengembangkan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem kabel yang tersambung langsung pada antena di atas rumah. Dari satu sambungan itu, semua televisi yang tersambung dengan antena dapat menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara perlahan mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk HomeCable.



Omset

First Media membukukan pendapatan sebesar Rp 833 miliar ditahun 2010 atau naik 15,2% dari hasil 2009. Kemudian perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih cukup signifikan sebesar 27,9% dari Rp 33 miliar menjadi Rp 42 miliar ditahun 2010.
Selain kinerja keuagan yang positif, perseroan juga melaporkan kesuksesan dari bisnis internet broadband dan pertumbuhan sektor tv kabel. Dimana pendapatan service internet broadband meningkat secara signifikan dari Rp 332 miliar menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2010.

Kemudian, untuk basis pelanggan First Media bertambah sebanyak lebih dari 58 ribu pelanggan baru. Keberhasilan menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% dengan total pelanggan mencapai 334 ribu pelanggan dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Peningkatan ini terdiri dari pertumbuhan pelanggan TV kabel yang signifikan dari 132 ribu menjadi 172 ribu, sementara pelanggan internet broadband melonjak naik dari 154 ribu menjadi 172 ribu.
First Media, lanjutnya, tengah berada dalam posisi strategis untuk memperbesar nilai perusahaan dengan cara meningkatkan dan memfokuskan pada layanan bisnis internet boradband di tahun 2011. Kinerja perseroan yang baik dihasilkan dari strategi efisiensi pembiayaan melalui sebuah pemilihan kerjasama dengan stasiun televisi penyedia siaran yang cermat dan strategi menambah bandwidth yang efektif memberikan dampak pada efisiensi biaya serta naiknya mutu layanan.


Sumber :