Selasa, 03 Oktober 2017

Sejarah dan Profil First Media


PT First Media Tbk adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai “Triple Play”. Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.

Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.
PT First Media Tbk (dahulunya PT Broadband Multimedia Tbk), perusahaan ini diperkenalkan pada 6 Januari 1994, didasarkan pasa Notarial Deed no 37 sebelum Siti Safariyah S.H digantikan oleh B.R.AY. Mahyastoeti Notonagoro, S.H, Notaris di Jakarta, dibawah nama dari PT Safria Ananda. Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.
Pada akhir Agustus 2007. Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Perusahaan ini telah diikat oleh layanan ketetapan yang terdahulu melalui sebuah jaringan komunikasi broadband, dan distribusi bermacam-macam signal elektronik melalui pendapatan yang sekarang ini diperoleh dari distribusi program televisi di Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Bali.
Perusahaan bekerja sama dengan PT Link Net, cabangnya menyediakan layanan internet broadband  kecepatan tinggi melalui jaringan perusahaan, dimana sekarang ini menghasilkan pendapatan dari koneksi internet broadband di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan wilayah Surabaya. Perusahaan berdomisili di Gedung Citra Graha lantai 4, Jln. Gatot Subroto Kav 35-36 Jakarta. Perusahaan memulai operasinya pada 1 Maret 1999.

Perusahaan secara langsung mengakusisi beberapa perusahan melaui cabang-cabangnya: PT Margayu Vatri Chantiqa, PT Ayunda Prima Mitra, PT Link Net, PT First Media Production, First Media News, dan PT First Media Television.




Informasi Bidang Teknologi First Media

Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bali (Denpasar), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.



Luasnya First Media jaringan Metro Etherneta  dan mengelilingi sebagian besar wilayah Jakarta, melintasi semua wilayah pusat bisnis besar, membuat First Media menjadi provider utama atas semua solusi komunikasi untuk transfer data kecepatan tinggi dan aplikasi internet untuk perusahaan melalui semua wilayah. Didukung oleh kurang lebih 3.800 km kabel fiber optik.
       
Selanjutnya, layanan data komunikasi telah disebarkan oleh generasi selanjutnya dari jaringan intelejen yang mana terkenal sebagai Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang mengirimkan layanan jarak yang luas dengan kualitas terjamin melaui setiap saluran fiber optik yang disewakan. Semua layanan ini termasuk dari Pusat Pemulihan Bencana, layanan Jaringan Area Penyimpanan, Layanan Aplikasi Real Time, Peering Services, Inter-Branch Connection Services, Video Streaming and Voice Services, dan masih banyak lagi.
      
Sejak 2002, layanan komunikasi data dari First Media, DataComm, telah dipercaya sebagai satu-satunya provider Jakarta Automated Trading System-Remote Trading (JATS-RT) untuk Indonesia Stock Exchange and Exchange Members.
      
Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Komunikasi Data menyediakan layanan untuk pelanggan perusahaan dari sektor yang bermacam-macam. Seperti pada akhir 2009, layanan komunikasi data First Media telah digunakan oleh 2660 pelanggan perusahaan dengan total jumlah 500 links koneksi dalam Greater Jakarta Area.

Peralatan penerima memakai alat pengubah (converter) bermerek Eastern Electronics tipe se-830. Alat ini berfungsi untuk mengubah signal digital menjadi signal audio analog dan signal video analog. Alat pengubah ini juga dilengkapi kartu pintar (Smart Card) untuk sistem akses dengan kondisi tertentu (Conditional Access System/CAS) dari Nagravision. Untuk menghubungkan dengan TV dipergunakan penghubung/konektor RCA atau S-Video. Pengubah dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai penghubung SPDIF.

Ruang Lingkup

Produk First Media disebut Triple Play merupakan layanan berbasis teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

·         FastNet

FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam hal harganya yang murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lainnya karena menawarkan harga yang tetap untuk layanan yang selalu menyala selama 1 bulan.

FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet tetapi menggunakan kabel pita lebar. Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.

Paket FastNet dikemas dalam beberapa paket sebagai berikut:




·         HomeCable

HomeCable adalah stasiun televisi kabel berlangganan. HomeCable merupakan merek dagang baru untuk 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. Selain saluran televisi, HomeCable juga menyediakan saluran radio.

Ada 70 channels yang tersedia menunjukan keseimbangan dari hiburan, olahraga, pendidikan, keluarga, dan berita untuk setiap anggota dari keluarga. Dan dengan teknologi terbaru dari penyiaran televisi melalui HBO HD,ddddd ESPN HD, Fashion TV HD, ASN HD, dan yang lainnya untuk menjadikan First Media sebagai yang pertama di Indonesia yang mengelola untuk membawa hiburan bagi setiap rumah tangga sampai pada ketajaman yang tinggi melalui First Media HD dengan biaya Rp 315.000/ bulan dan 100 channels yang dapat dinikmati.

HomeCable Ultimate
Rp. 315,000/month
Channels: 100

·         First HD

First HD menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). Layanan First HD diluncurkan pada 1 September 2010. Dengan biaya tambahan sebesar Rp100.000, pelanggan akan mendapatkan 2 saluran HD yaitu ESPNHD dan HBOHD.

Saat ini HomeCable mengembangkan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem kabel yang tersambung langsung pada antena di atas rumah. Dari satu sambungan itu, semua televisi yang tersambung dengan antena dapat menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara perlahan mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk HomeCable.



Omset

First Media membukukan pendapatan sebesar Rp 833 miliar ditahun 2010 atau naik 15,2% dari hasil 2009. Kemudian perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih cukup signifikan sebesar 27,9% dari Rp 33 miliar menjadi Rp 42 miliar ditahun 2010.
Selain kinerja keuagan yang positif, perseroan juga melaporkan kesuksesan dari bisnis internet broadband dan pertumbuhan sektor tv kabel. Dimana pendapatan service internet broadband meningkat secara signifikan dari Rp 332 miliar menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2010.

Kemudian, untuk basis pelanggan First Media bertambah sebanyak lebih dari 58 ribu pelanggan baru. Keberhasilan menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% dengan total pelanggan mencapai 334 ribu pelanggan dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Peningkatan ini terdiri dari pertumbuhan pelanggan TV kabel yang signifikan dari 132 ribu menjadi 172 ribu, sementara pelanggan internet broadband melonjak naik dari 154 ribu menjadi 172 ribu.
First Media, lanjutnya, tengah berada dalam posisi strategis untuk memperbesar nilai perusahaan dengan cara meningkatkan dan memfokuskan pada layanan bisnis internet boradband di tahun 2011. Kinerja perseroan yang baik dihasilkan dari strategi efisiensi pembiayaan melalui sebuah pemilihan kerjasama dengan stasiun televisi penyedia siaran yang cermat dan strategi menambah bandwidth yang efektif memberikan dampak pada efisiensi biaya serta naiknya mutu layanan.


Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar