BAB II
DESAIN SKENARIO GAME
Desain skenario pada sebuah game sama halnya dengan
desain skenario pada sebuah film. Jika
pada sebuah film terdapat sutradara namun pada game terdapat perancang game,
mengapa dibutuhkan sutradara pada sebuah film? Jawabannya adalah karena pada
sebuah film membutuhkan skenario dan adegan yang setiap pemain memiliki ciri
khas masing-masing. Jadi dibutuhkannya perancang game dalam suatu desain game
ialah untuk memberikan ide dalam pembuatan skenario serta adegan yang terdapat
di setiap karakter dalam sebuah game. Selain itu karakter pada sebuah game
pasti memiliki ciri khas yang tidak dimilki oleh karakter lain.
Pada sebuah game untuk menggambarkan bagaimana game
tersebut akan dibuat dinamakan GDD( Game Design Document). GDD tersebut
merupakan acuan yang digunakan oleh para anggota tim pengembang dalam pembuatan
game. Hal itu sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bob Gates (2004),
“pembuatan game akan dimulai dari pembuatan game desain dokumen. Game desain
dokumen digunakan untuk menjadi landasan pengembangan game tersebut, dan untuk menarik
minat pembaca serta menginformasikan gambaran keseluruhan game yang akan dibuat
kepada tim pengembang”.
GDD bisa dikatakan sebagai living document, yang
berarti perubahan bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan baru. Akan tetapi jika
terlalu sering melakukan perubahan akan menyebabkan implementasi pada sebuah
game akan terganggu. Dengan adanya game desain dokumen yang detail akan mampu
memberikan gambaran lengkap bagi seluruh tim sehingga proses pengembangan game
lebih efektif dan efisien.
Jadi yang dimaksud desain skenario pada sebuah game
adalah suatu perancangan dalam membangun sebuah skenario yang didalamnya terdapat gameplay, karakter atau
tokoh, lingkungan. Ketiga unsur tersebutlah yang digunakan selama tahap
memproduksi sebuah desain pada game komputer.
SCRIPT
Bahasa script merupakan suatu bahasa pemrograman
komputer yang diterjemahkan secara khas dan dapat diketik secara lansung dari
keyboard.
Script sendiri dibedakan dari program, karena program
dikonversi atau diubah ke dalam file yang berseifat executable berbasis biner
(0 atau 1) sebelum script tersebut dijalankan. Ketika script dijalankan tidak
akan merubah isi didalamnya dan menterjemahkan setiap instruksi yang
dilaksanakan. Script sendiri digunakan untuk mempersingkat proses pada saat
kompilasi sampai pada akhirnya dijalankan.
Game script sendiri berfungsi untuk mendokumentasikan
rules dan core-mechanics pada sebuah game. Fungsinya adalah untuk membuat suatu
aturan yang mendetail pada sebuah game dan agar kita bisa mengetahui cara
memainkan game tersebut.
STORYBOARD
Storyboard adalah miniatur cerita bergambar. Dengan
menggunakan bermacam gambar dan beberapa patah kata, storyboard menyediakan
naskah untuk suatu perilaku. Storyboard akan memberi tahu seorang anak perilaku
apa yang diharapkan, kapan perilaku tersebut perlu dilakukan dan apa pengaruhnya
terhadap orang lain.
Storyboard bisa digunakan untuk mengingatkan anak anda
agar melakukan suatu perilaku tertentu. Anda bisa membantu anak anda untuk
membuat storyboard dari gambar, kartun, clip art atau gambar-gambar dari
majalah atau membeli gambar-gambar dan board siap pakai yang disebut Picture
Communication Symbols.
Naskah tersebut seharusnya menyertakan suatu
pernyataan positif tentang bagaimana perilaku membuat orang lain merasa senang,
perilaku yang mana saja itu dan beberapa pernyataan tentang kepada siapa saja
perilaku tersebut dilakukan dan kapan.
STORYBOARD GAME
Pada storyboard game terdapat goal / mission yang akan
dibuat pada game itu sendiri. Kemudian storyboard pada game menjelaskan tentang
alur permaianan itu sendiri seperti apa tergantung dari jenis game. misalkan game ber-genre arcade tidak memiliki
alur cerita namun game terebut menitik beratkan pada perolehan point. Jadi
storyboard yang dibuat yaitu bagaimana pemain mendapat nilai / point setinggi
mungkin.
STORYBOARD ANIMASI
Dalam pembuatan animasi dibutuhkan banyak orang dan
karena itu storyboard diperlukan, karena jika hanya mengandalkan teks atau
skrip itu tidak akan cukup. Setiap orang memiliki imajinasinya sendiri.
Walaupun ceritanya sama tapi visualisasi atau imajinasi dari setiap orang
berbeda. Maka dari itu kita perlu storyboard untuk menyatukan atau menyamakan
visualisasi dari setiap orang.
Nama : Bagas Andhika Sakti
Kelas : 3IA21
NPM : 51414956
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Dosen : Syefani Rachma Deski
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar