Jumat, 24 Maret 2017

Desain Skenario



BAB II

DESAIN SKENARIO GAME

Desain skenario pada sebuah game sama halnya dengan desain skenario pada sebuah film.  Jika pada sebuah film terdapat sutradara namun pada game terdapat perancang game, mengapa dibutuhkan sutradara pada sebuah film? Jawabannya adalah karena pada sebuah film membutuhkan skenario dan adegan yang setiap pemain memiliki ciri khas masing-masing. Jadi dibutuhkannya perancang game dalam suatu desain game ialah untuk memberikan ide dalam pembuatan skenario serta adegan yang terdapat di setiap karakter dalam sebuah game. Selain itu karakter pada sebuah game pasti memiliki ciri khas yang tidak dimilki oleh karakter lain.

Pada sebuah game untuk menggambarkan bagaimana game tersebut akan dibuat dinamakan GDD( Game Design Document). GDD tersebut merupakan acuan yang digunakan oleh para anggota tim pengembang dalam pembuatan game. Hal itu sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bob Gates (2004), “pembuatan game akan dimulai dari pembuatan game desain dokumen. Game desain dokumen digunakan untuk menjadi landasan pengembangan game tersebut, dan untuk menarik minat pembaca serta menginformasikan gambaran keseluruhan game yang akan dibuat kepada tim pengembang”.

GDD bisa dikatakan sebagai living document, yang berarti perubahan bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan baru. Akan tetapi jika terlalu sering melakukan perubahan akan menyebabkan implementasi pada sebuah game akan terganggu. Dengan adanya game desain dokumen yang detail akan mampu memberikan gambaran lengkap bagi seluruh tim sehingga proses pengembangan game lebih efektif dan efisien.

Jadi yang dimaksud desain skenario pada sebuah game adalah suatu perancangan dalam membangun sebuah skenario yang  didalamnya terdapat gameplay, karakter atau tokoh, lingkungan. Ketiga unsur tersebutlah yang digunakan selama tahap memproduksi sebuah desain pada game komputer.


SCRIPT

Bahasa script merupakan suatu bahasa pemrograman komputer yang diterjemahkan secara khas dan dapat diketik secara lansung dari keyboard.

Script sendiri dibedakan dari program, karena program dikonversi atau diubah ke dalam file yang berseifat executable berbasis biner (0 atau 1) sebelum script tersebut dijalankan. Ketika script dijalankan tidak akan merubah isi didalamnya dan menterjemahkan setiap instruksi yang dilaksanakan. Script sendiri digunakan untuk mempersingkat proses pada saat kompilasi sampai pada akhirnya dijalankan.

Game script sendiri berfungsi untuk mendokumentasikan rules dan core-mechanics pada sebuah game. Fungsinya adalah untuk membuat suatu aturan yang mendetail pada sebuah game dan agar kita bisa mengetahui cara memainkan game tersebut.


STORYBOARD

Storyboard adalah miniatur cerita bergambar. Dengan menggunakan bermacam gambar dan beberapa patah kata, storyboard menyediakan naskah untuk suatu perilaku. Storyboard akan memberi tahu seorang anak perilaku apa yang diharapkan, kapan perilaku tersebut perlu dilakukan dan apa pengaruhnya terhadap orang lain.

Storyboard bisa digunakan untuk mengingatkan anak anda agar melakukan suatu perilaku tertentu. Anda bisa membantu anak anda untuk membuat storyboard dari gambar, kartun, clip art atau gambar-gambar dari majalah atau membeli gambar-gambar dan board siap pakai yang disebut Picture Communication Symbols.

Naskah tersebut seharusnya menyertakan suatu pernyataan positif tentang bagaimana perilaku membuat orang lain merasa senang, perilaku yang mana saja itu dan beberapa pernyataan tentang kepada siapa saja perilaku tersebut dilakukan dan kapan.


STORYBOARD GAME

Pada storyboard game terdapat goal / mission yang akan dibuat pada game itu sendiri. Kemudian storyboard pada game menjelaskan tentang alur permaianan itu sendiri seperti apa tergantung dari jenis game.  misalkan game ber-genre arcade tidak memiliki alur cerita namun game terebut menitik beratkan pada perolehan point. Jadi storyboard yang dibuat yaitu bagaimana pemain mendapat nilai / point setinggi mungkin.


STORYBOARD ANIMASI

Dalam pembuatan animasi dibutuhkan banyak orang dan karena itu storyboard diperlukan, karena jika hanya mengandalkan teks atau skrip itu tidak akan cukup. Setiap orang memiliki imajinasinya sendiri. Walaupun ceritanya sama tapi visualisasi atau imajinasi dari setiap orang berbeda. Maka dari itu kita perlu storyboard untuk menyatukan atau menyamakan visualisasi dari setiap orang.






Nama : Bagas Andhika Sakti

Kelas : 3IA21

NPM : 51414956

Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game

Dosen : Syefani Rachma Deski








Sumber :














Tidak ada komentar:

Posting Komentar