Jurnal :
JURNAL PENGANTAR WEB SCIENCE
Judul :
Pengaruh Teknologi Web 2.0 Terhadap Perkembangan Situs Social
Network
Penulis :
Tina Dahlia
Salatalohi
Pe-review Jurnal : Bagas Andhika Sakti
Perguruan Tinggi :
Universitas Gunadarma
SILABUS PEMBAHASAN
Pendahuluan
·
Web
2.0
·
Karakteristik
Web 2.0
·
Fitur
Web 2.0
·
Konsep Sosial Media dan Aturan Dasarnya
·
Manfaat dan Pengaruh Web 2.0 Bagi Media dan
Masyarakat
Penutup
·
Kesimpulan
·
Saran
Daftar Pustaka
1. PENDAHULUAN
Website merupakan
suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk
melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian informasi. Sama
halnya dengan perkembangan telepon yang akhirnya menjadi handphone, kini dalam
dunia internet, web juga mengalami perkembangan menjadi web versi 2.0. Bagi
para penggila social network, pasti sudah tidak asing lagi dengan judul diatas. Fenomena perkembangan situs social
network ini sebenarnya sudah lama
membahana, tapi di Indonesia sendiri baru beberapa tahun belakangan ini
menjadi trend utama topik yang dibicarakan karena sering digunakan anak muda.
Para pengguna facebook, twitter, istagram, blogger maupun vlogger sudah banyak
menjamur dan merajalela. Kalau media
tradisional menggunakan media cetak dan media
broadcast, maka media sosial menggunakan internet.
1.1 WEB 2.0
Web 2.0 sendiri merupakan sebuah istilah
web 2.0 yang terkenal semenjak
dipublikasikan pada acara O’Reilly Media Web 2.0 di tahun 2004. Web 2.0 tidak
merujuk kepada teknologi baru dalam
world wide web, meskipun web 2.0 memiliki kecenderungan tertentu dalam design
dan penggunaan teknik AJAX. Secara historis, web 2.0 adalah come back dari
bisnis web semenjak tragedi dotcombubble burst di tahun 2000.
Sederhananya, Web
2.0 adalah klasifikasi dari web yang membuat ‘semua orang’ yang terhubung ke
web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten di web. Website yang membuat
orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya adalah Web 2.0: Blog, Photo
Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing
(Slideshare.net), Social Networking (twitter, facebook, myspace, friendster,
linkedIn, RSS, dan lain-lain). Kemampuan pengguna internet biasa untuk mendistribusikan konten telah merubah wajah
web, bukan lagi web sebagai informasi dimana distribusi data terjadi antara
sedikit-ke-banyak, melainkan web sebagai platform di mana distribusi informasi
terjadi antara banyak-ke-banyak: many-to-many. Dan inilah esensi dari web 2.0:
partisipasi, kolaborasi, many-to-many. contoh spesifik dari Web 2.0: Blog, Voting,
Wiki, Flickr, dan lain-lain.
1.2 KARAKTERISTIK WEB 2.0
Web 2.0 memiliki beberapa karakteristik
sebagai berikut :
•
Data
is the Next
Intel Inside Kekuatan aplikasi
Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu
didukung oleh basic data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang
kekuatannya terletak pada pengumpulan dan management data halaman - halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah
Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya
dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan
sebagainya. Ini bererti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai
data.
• Network
is Platform. Web 2.0 ini merupakan platform bagi aplikasi, dimana web yang menjadi platform menjadikan web sebagai
tempat bekerja dimana pun berada. Cukup kita dengan membuka browser (mozilla,
Internet Explorer, Opera, dsb), kita sudah dapat mengerjakan berbagai keggiatan
seperti mengerjakan mengetik dokumen, perhitungan keuangan, atau merancang
berbagai persentasi menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia yang dapat
dijalankan secara langsung. Tentu saja dalam hal ini Google adalah menjadi yang
terdepan saat ini.
• Harnessing
Collective Intelligence. Adanya partisipasi dari pengguna dalam berkolaborasi
dengan pengetahuan. Misalnya pemberian kepercayaan yang diberikan oleh
Wikipedia kepada pengguna untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai ilmu
pengetahuan.
• End
of the Software Release Cycle. Dikatakan bahwa Web 2.0 ini adalah sebagai akhir
dari siklus peluncuran produk software. Sehingga dengan cara ini setiap
produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Dan
karena Web 2.0 menjadi platform inilah seorang pengguna cukup mendatangi
website untuk menjalankan aplikasi yang ingin digunakan. Alhasil pengembangan
fitur software ini dapat langsung dirasakan dan kini software bukan lagi
sebagai produk tapi layanan (service).
•
RSS & XML. Adalah dukungan dari sebuah
program yang sederhana, sehingga dengan adanya
RSS ini akan memudahkan pengguna untuk
menikmati informasi secara cepat dengan cara berlangganan, atau bagi para pelaku
web akan mudah untuk me-remix atau re-post dari website lainnya.
• Rich
User Experience. Yaitu adanya kemajuan dari sisi antarmuka (interface) disisi
pengguna (user). Seperti misalnya dengan dukungan AJAX, yang menggabungkan
HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Blog, Yahoo!Mail, GMail, membuat pengguna
merasakan lebih dari sekedar user atau hanya sekedar mengirim e-mail.
• Software
is not Limited to a Specific Device. Kini software tidak lagi terbatas pada
perangkat tertentu. Dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya. Lebih jelasnya
bahwa komputer bukan lagi satu-satunya alat untuk menjalakan berbagai aplikasi di internet. Sehingga setiap
aplikasi di desain untuk dapat dinikmati diperangkat lain seperti di Ponsel,
PDA, Iphone, dsb.
1.3 FITUR WEB 2.0
Web 2.0 memiliki beberapa firur sebagai
berikut :
• Architecture
of participation, suatu desain yang mendorong partisipasi interaksi para
pengguna dan kontribusi dari komunitas.
• User
contribution dan harnessing collective
intelligence, mengutamakan kontribusi
dari pengguna dalam pembuatan konten dan memanfaatkan kecerdasan
kolektif.
• Searching,
Tagging dan Folksonomies, pelabelan dalam pencarian informasi konten dari situs
dengan kata kunci atau subjek dimana informasi dapat dicari dengan lebih
efektif.
• Social
Newtorks, situs jejaring sosial yang mengubah cara pengguna berinteraksi dan
berkomunikasi dalam suatu jaringan.
• Long
Tail, merupakan pemodelan dalam dunia ekonomi bisnis dimana produk berupa
service on demand dan pendapatan berupa biaya berlangganan atau pembayaran per
pemakaian.
• Lightweigth
business models, dimana pengguna dapat membuat suatu bisnis dengan biaya
investasi yang kecil.
• Basic
trust, dimana konten memungkinkan untuk berbagi, digunakan, didistribusikan
ulang, dan diubah.
1.4 KONSEP SOSIAL MEDIA DAN ATURAN DASARNYA
Sosial media ini
sendiri memiliki konsep walaupun sudah menjadi lifestyle dari masyarakatnya
sendiri. Konsep Media Sosial Sudah
Muncul 45 Tahun Lalu. Seorang peneliti bernama Ernest Dichter, pernah melakukan
studi komunikasi persuasif yang ternyata ada hubungannya dengan tren media
sosial saat ini. Hasil studi tersebut ia paparkan di
tahun 1966 pada
artikel di Harvard. Sebenarnya ada empat hal yang
ditemukan Dichter [3], mengenai empat motivasi
seseorang mengkomunikasikan sebuah hal baru. Hal baru di sini sekarang
dapat diartikan sebagai sebuah brand. Pertama adalah publik senang
membicarakan sebuah brand karena pengaruh produk itu sendiri (33% dari total
populasi). Artinya, pengalaman yang berkesan bagi individu harus bisa dibagikan
kepada orang lain. Orang akan dengan senang melakukannya cuma-cuma. Kedua
adalah pengaruh dalam diri sendiri (24%). Rasa untuk menjadi yang pertama
mengumumkan suatu hal baru kepada publik adalah intinya. Kita lihat saja, ini
sesuai dengan yang terjadi di Twitter, Facebook, atau Sparks di Google+, saat
ada peristiwa atau produk baru. Semua pasti berlomba-lomba untuk mengumumkannya
kepada dunia.
Ketiga adalah pengaruh di luar diri
sendiri (20%). Dalam hal ini seorang pembicara dapat mempengaruhi persepsi
publik. Konsep ini seperti pada beberapa influencer di Twitter, yang
dimanfaatkan oleh vendor guna menyebarkan brand tertentu di internet. Keempat
adalah isi pesan itu sendiri (20%). Artinya pesan yang cukup informatif
dan kreatif tentu akan memancing
kehadiran publik untuk terus dibicarakan.
Aturan dasar di social media :
• Selalu
berhati-hati dan waspada terhadap apa yang ingin ditulis, diposting.
Pikirkanlah dampak positif dan negatifnya apakah yang kita posting merugikan
diri kita sendiri ataupun orang lain. Karena sekarang ini banyak kasus karena
hal-hal yang tidak pantas diposting atau ditulis di social media dilaporkan
langsung ke meja hijau.
• Tidak
memposting atau mengupload video maupun foto seronok yang tidak pantas
dipertotonkan kepada publik. Karena selain mencemarkan citra, nama baik, kita
juga dapat dituntut karena memposting hal-hal yang tidak layak dipublikasikan.
Postinglah hal-hal yang menarik namun berbau positif, dan tentunya membantu
juga bagi orang lain. Akan lebih baik lagi kalau apa yang kita posting dapat
menjadi inspirasi bagi orang lain.
• Pandai-pandailah
memilah temanteman dan follower anda dengan bijaksana. Meskipun anda merasa itu
akun pribadi anda dan sebagai sebuah wadah yang bebas untuk mengekspresikan diri, rekan kerja saat ini
atau yang akan datang belum tentu
sependapat dengan anda. Pastikan Anda menolak berteman dengan orang yang
tidak anda kenal.
1.5 MANFAAT DAN PENGARUH WEB 2.0 BAGI MEDIA DAN MASYARAKAT
• Sangat
gampang bagi masyarakat jika ingin membuat sebuah website
• Dapat
mengkomunikasikan suatu informasi secara lebih akurat, cepat dan efektif
• Kita,
sebagai masyarakat menjadi lebih kritis dan kreatif karena diberi otoritas
penuh untuk berkomentar tentang hal-hal yang diposting.
• Dapat
mengirimkan gambar, link, informasi secara cepat.
• Bagi
para blogger dan vlogger nggak menutup kemungkinan untuk membagikan hal-hal
yang membangun dan positif kepada orang-orang atau pembacanya.
• Point
negatifnya adalah penyalaggunaan situs/website oleh penggunanya sendiri
sehingga membahayakan, mencemaskan masyarakat. Misalnya dengan memposting hal-hal
yang berbau SARA, yang akan menimbulkan kontroversi berkepanjangan, pengaksesan
situs porno yang dapat membahayakan mental anak yang istilahnya masih ‘bau
kencur’.
2. PENUTUP
• Sangat
gampang bagi masyarakat jika ingin membuat sebuah website
• Dapat
mengkomunikasikan suatu informasi secara lebih akurat, cepat dan efektif
• Kita,
sebagai masyarakat menjadi lebih kritis dan kreatif karena diberi otoritas
penuh untuk berkomentar tentang hal-hal yang diposting.
• Dapat
mengirimkan gambar, link, informasi secara cepat.
• Bagi
para blogger dan vlogger nggak menutup kemungkinan untuk membagikan hal-hal
yang membangun dan positif kepada orang-orang atau pembacanya.
• Point
negatifnya adalah penyalaggunaan situs/website oleh penggunanya sendiri
sehingga membahayakan, mencemaskan masyarakat. Misalnya dengan memposting
hal-hal yang berbau SARA, yang akan menimbulkan kontroversi berkepanjangan,
pengaksesan situs porno yang dapat membahayakan mental anak yang istilahnya
masih ‘bau kencur’.
2.1 KESIMPULAN
Tulisan ini membahas secara singkat tentang pengaruh
teknologi Web 2.0 terhadap perkembanga social network. Teknologi Web
2.0 secara umum
mengubah cara manusia
berkomunikasi dan
berinteraksi dengan sesamanya
hampir di seluruh
aspek kehidupan manusia,
termasuk bidang sosial media. Teknologi Web 2.0 dapat memberikan
fasilitas komunikasi yang lebih terbuka,
cepat, dan termutakhir
bagi masyarakat tentang
pengetahuan dan informasi
di bidang sosial media.
Diharapkan dengan adanya teknologi ini dapat memberikan gambaran tentang Web
2.0 yang jelas membuat perkembangan dunia internet dan komunikasi semakin maju,
sehigga penggunaan internet menjadi semakin luas, banyak bidang dan
multifungsi. Inilah yang membuat kita semakin tertarik untuk menjelajah
internet. Selain kita menambah ilmu, juga menambah teman, komunikasi dan
sharing antar pengguna internet.
2.2 SARAN
Penelitian dan pengembangan Web masih harus diteruskan agar
dikemudian hari berbagai aplikasi web dapat dipergunakan secara luas oleh
seluruh masyarakat. Dan masih
terdapat masalah baru yang
muncul dengan penggunaan
teknologi tersebut, terutama masalah validasi informasi, kepercayaan, etika,
dan kerahasiaan data
pribadi dalam sosial media yang kita punya. Untuk
mengatasi masalah yang
muncul dapat dilakukan dengan
aturan dan penyaringan
dari lembaga yang
terkait.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar