Rabu, 22 Juni 2016

Pengaruh Teknologi Web 2.0 Terhadap Perkembangan Situs Social Network

Jurnal                           : JURNAL PENGANTAR WEB SCIENCE
Judul                            : Pengaruh Teknologi Web 2.0 Terhadap Perkembangan Situs Social
   Network
Penulis                         : Tina Dahlia Salatalohi
Pe-review Jurnal          : Bagas Andhika Sakti
Perguruan Tinggi         : Universitas Gunadarma

SILABUS PEMBAHASAN

Pendahuluan
·            Web 2.0
·            Karakteristik Web 2.0
·            Fitur Web 2.0
·            Konsep Sosial Media dan Aturan Dasarnya
·            Manfaat dan Pengaruh Web 2.0 Bagi Media dan Masyarakat
Penutup
·            Kesimpulan
·            Saran
Daftar Pustaka

1. PENDAHULUAN
Website merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian informasi. Sama halnya dengan perkembangan telepon yang akhirnya menjadi handphone, kini dalam dunia internet, web juga mengalami perkembangan menjadi web versi 2.0. Bagi para penggila social network, pasti sudah tidak asing lagi dengan judul  diatas. Fenomena perkembangan situs social network ini sebenarnya sudah lama  membahana, tapi di Indonesia sendiri baru beberapa tahun belakangan ini menjadi trend utama topik yang dibicarakan karena sering digunakan anak muda. Para pengguna facebook, twitter, istagram, blogger maupun vlogger sudah banyak menjamur  dan merajalela. Kalau media tradisional menggunakan media cetak dan media  broadcast, maka media sosial menggunakan internet. 

1.1 WEB 2.0

Web 2.0 sendiri merupakan sebuah istilah web 2.0 yang terkenal  semenjak dipublikasikan pada acara O’Reilly Media Web 2.0 di tahun 2004. Web 2.0 tidak merujuk  kepada teknologi baru dalam world wide web, meskipun web 2.0 memiliki kecenderungan tertentu dalam design dan penggunaan teknik AJAX. Secara historis, web 2.0 adalah come back dari bisnis web semenjak tragedi dotcombubble burst di tahun 2000.
Sederhananya, Web 2.0 adalah klasifikasi dari web yang membuat ‘semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya adalah Web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing (Slideshare.net), Social Networking (twitter, facebook, myspace, friendster, linkedIn, RSS, dan lain-lain). Kemampuan pengguna internet biasa  untuk mendistribusikan konten telah merubah wajah web, bukan lagi web sebagai informasi dimana distribusi data terjadi antara sedikit-ke-banyak, melainkan web sebagai platform di mana distribusi informasi terjadi antara banyak-ke-banyak: many-to-many. Dan inilah esensi dari web 2.0: partisipasi, kolaborasi, many-to-many. contoh spesifik dari Web 2.0: Blog, Voting, Wiki, Flickr, dan lain-lain.

1.2 KARAKTERISTIK WEB 2.0

Web 2.0 memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
•      Data  is  the  Next  Intel  Inside Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basic data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan management data halaman - halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini bererti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data. 

•      Network is Platform. Web 2.0 ini merupakan platform bagi aplikasi, dimana web  yang menjadi platform menjadikan web sebagai tempat bekerja dimana pun berada. Cukup kita dengan membuka browser (mozilla, Internet Explorer, Opera, dsb), kita sudah dapat mengerjakan berbagai keggiatan seperti mengerjakan mengetik dokumen, perhitungan keuangan, atau merancang berbagai persentasi menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia yang dapat dijalankan secara langsung. Tentu saja dalam hal ini Google adalah menjadi yang terdepan saat ini.
•      Harnessing Collective Intelligence. Adanya partisipasi dari pengguna dalam berkolaborasi dengan pengetahuan. Misalnya pemberian kepercayaan yang diberikan oleh Wikipedia kepada pengguna untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai ilmu pengetahuan. 
•      End of the Software Release Cycle. Dikatakan bahwa Web 2.0 ini adalah sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software. Sehingga dengan cara ini setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Dan karena Web 2.0 menjadi platform inilah seorang pengguna cukup mendatangi website untuk menjalankan aplikasi yang ingin digunakan. Alhasil pengembangan fitur software ini dapat langsung dirasakan dan kini software bukan lagi sebagai produk tapi layanan (service). 
•      RSS & XML. Adalah dukungan dari sebuah program yang sederhana, sehingga dengan adanya
RSS ini akan memudahkan pengguna untuk menikmati informasi secara cepat dengan cara berlangganan, atau bagi para pelaku web akan mudah untuk me-remix atau re-post dari website lainnya. 
•      Rich User Experience. Yaitu adanya kemajuan dari sisi antarmuka (interface) disisi pengguna (user). Seperti misalnya dengan dukungan AJAX, yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Blog, Yahoo!Mail, GMail, membuat pengguna merasakan lebih dari sekedar user atau hanya sekedar mengirim e-mail. 
•      Software is not Limited to a Specific Device. Kini software tidak lagi terbatas pada perangkat tertentu. Dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya. Lebih jelasnya bahwa komputer bukan lagi satu-satunya alat untuk menjalakan berbagai  aplikasi di internet. Sehingga setiap aplikasi di desain untuk dapat dinikmati diperangkat lain seperti di Ponsel, PDA, Iphone, dsb.


1.3 FITUR WEB 2.0

Web 2.0 memiliki beberapa firur sebagai berikut :
•     Architecture of participation, suatu desain yang mendorong partisipasi interaksi para pengguna dan kontribusi dari komunitas.  
•      User contribution  dan harnessing collective intelligence, mengutamakan kontribusi  dari pengguna dalam pembuatan konten dan memanfaatkan kecerdasan kolektif.
•      Searching, Tagging dan Folksonomies, pelabelan dalam pencarian informasi konten dari situs dengan kata kunci atau subjek dimana informasi dapat dicari dengan lebih efektif.  
•      Social Newtorks, situs jejaring sosial yang mengubah cara pengguna berinteraksi dan berkomunikasi dalam suatu jaringan.  
•      Long Tail, merupakan pemodelan dalam dunia ekonomi bisnis dimana produk berupa service on demand dan pendapatan berupa biaya berlangganan atau pembayaran per pemakaian.  
•      Lightweigth business models, dimana pengguna dapat membuat suatu bisnis dengan biaya investasi yang kecil.  
•      Basic trust, dimana konten memungkinkan untuk berbagi, digunakan, didistribusikan ulang, dan diubah.  


1.4 KONSEP SOSIAL MEDIA DAN ATURAN DASARNYA

Sosial media ini sendiri memiliki konsep walaupun sudah menjadi lifestyle dari masyarakatnya sendiri.  Konsep Media Sosial Sudah Muncul 45 Tahun Lalu. Seorang peneliti bernama Ernest Dichter, pernah melakukan studi komunikasi persuasif yang ternyata ada hubungannya dengan tren media sosial saat ini. Hasil studi tersebut ia paparkan  di  tahun  1966  pada  artikel  di  Harvard. Sebenarnya ada empat hal yang ditemukan Dichter [3], mengenai empat motivasi  seseorang mengkomunikasikan sebuah hal baru. Hal baru di sini sekarang dapat diartikan  sebagai  sebuah brand. Pertama adalah publik senang membicarakan sebuah brand karena pengaruh produk itu sendiri (33% dari total populasi). Artinya, pengalaman yang berkesan bagi individu harus bisa dibagikan kepada orang lain. Orang akan dengan senang melakukannya cuma-cuma. Kedua adalah pengaruh dalam diri sendiri (24%). Rasa untuk menjadi yang pertama mengumumkan suatu hal baru kepada publik adalah intinya. Kita lihat saja, ini sesuai dengan yang terjadi di Twitter, Facebook, atau Sparks di Google+, saat ada peristiwa atau produk baru. Semua pasti berlomba-lomba untuk mengumumkannya kepada dunia.
Ketiga adalah pengaruh di luar diri sendiri (20%). Dalam hal ini seorang pembicara dapat mempengaruhi persepsi publik. Konsep ini seperti pada beberapa influencer di Twitter, yang dimanfaatkan oleh vendor guna menyebarkan brand tertentu di internet. Keempat adalah isi pesan itu sendiri (20%). Artinya pesan yang cukup informatif dan  kreatif tentu akan memancing kehadiran publik untuk terus dibicarakan.  
Aturan dasar di social media : 
•      Selalu berhati-hati dan waspada terhadap apa yang ingin ditulis, diposting. Pikirkanlah dampak positif dan negatifnya apakah yang kita posting merugikan diri kita sendiri ataupun orang lain. Karena sekarang ini banyak kasus karena hal-hal yang tidak pantas diposting atau ditulis di social media dilaporkan langsung ke meja hijau. 
•      Tidak memposting atau mengupload video maupun foto seronok yang tidak pantas dipertotonkan kepada publik. Karena selain mencemarkan citra, nama baik, kita juga dapat dituntut karena memposting hal-hal yang tidak layak dipublikasikan. Postinglah hal-hal yang menarik namun berbau positif, dan tentunya membantu juga bagi orang lain. Akan lebih baik lagi kalau apa yang kita posting dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. 
•      Pandai-pandailah memilah temanteman dan follower anda dengan bijaksana. Meskipun anda merasa itu akun pribadi anda dan sebagai sebuah wadah yang bebas untuk  mengekspresikan diri, rekan kerja saat ini atau yang akan datang belum tentu  sependapat dengan anda. Pastikan Anda menolak berteman dengan orang yang tidak anda kenal. 


1.5 MANFAAT DAN PENGARUH WEB 2.0 BAGI MEDIA DAN MASYARAKAT

 

•      Sangat gampang bagi masyarakat jika ingin membuat sebuah website 
•      Dapat mengkomunikasikan suatu informasi secara lebih akurat, cepat dan efektif 
•     Kita, sebagai masyarakat menjadi lebih kritis dan kreatif karena diberi otoritas penuh untuk berkomentar tentang hal-hal yang diposting. 
•      Dapat mengirimkan gambar, link, informasi secara cepat. 
•      Bagi para blogger dan vlogger nggak menutup kemungkinan untuk membagikan hal-hal yang membangun dan positif kepada orang-orang atau pembacanya. 
•    Point negatifnya adalah penyalaggunaan situs/website oleh penggunanya sendiri sehingga membahayakan, mencemaskan masyarakat. Misalnya dengan memposting hal-hal yang berbau SARA, yang akan menimbulkan kontroversi berkepanjangan, pengaksesan situs porno yang dapat membahayakan mental anak yang istilahnya masih ‘bau kencur’.

2. PENUTUP
•      Sangat gampang bagi masyarakat jika ingin membuat sebuah website 
•      Dapat mengkomunikasikan suatu informasi secara lebih akurat, cepat dan efektif 
•      Kita, sebagai masyarakat menjadi lebih kritis dan kreatif karena diberi otoritas penuh untuk berkomentar tentang hal-hal yang diposting. 
•      Dapat mengirimkan gambar, link, informasi secara cepat. 
•      Bagi para blogger dan vlogger nggak menutup kemungkinan untuk membagikan hal-hal yang membangun dan positif kepada orang-orang atau pembacanya. 
•      Point negatifnya adalah penyalaggunaan situs/website oleh penggunanya sendiri sehingga membahayakan, mencemaskan masyarakat. Misalnya dengan memposting hal-hal yang berbau SARA, yang akan menimbulkan kontroversi berkepanjangan, pengaksesan situs porno yang dapat membahayakan mental anak yang istilahnya masih ‘bau kencur’.


2.1 KESIMPULAN
Tulisan ini membahas secara singkat tentang pengaruh teknologi Web 2.0 terhadap perkembanga social network. Teknologi  Web  2.0  secara  umum  mengubah  cara  manusia  berkomunikasi  dan berinteraksi  dengan  sesamanya  hampir  di  seluruh  aspek  kehidupan  manusia,  termasuk bidang sosial media. Teknologi Web 2.0 dapat memberikan fasilitas komunikasi yang lebih terbuka,  cepat,  dan  termutakhir  bagi masyarakat tentang  pengetahuan  dan  informasi  di  bidang sosial media. Diharapkan dengan adanya teknologi ini dapat memberikan gambaran tentang Web 2.0 yang jelas membuat perkembangan dunia internet dan komunikasi semakin maju, sehigga penggunaan internet menjadi semakin luas, banyak bidang dan multifungsi. Inilah yang membuat kita semakin tertarik untuk menjelajah internet. Selain kita menambah ilmu, juga menambah teman, komunikasi dan sharing antar pengguna internet. 

2.2 SARAN
Penelitian dan pengembangan Web masih harus diteruskan agar dikemudian hari berbagai aplikasi web dapat dipergunakan secara luas oleh seluruh masyarakat. Dan masih  terdapat  masalah baru  yang  muncul  dengan penggunaan teknologi tersebut, terutama masalah validasi informasi, kepercayaan, etika, dan  kerahasiaan  data  pribadi dalam sosial media yang kita punya.  Untuk  mengatasi  masalah  yang  muncul  dapat dilakukan  dengan  aturan  dan  penyaringan  dari  lembaga  yang  terkait.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar